Komunitas Blogger Cilacap

Hujan Abu Merapi Sampai ke Cilacap

Posted in Info by Khoerul MW on Oktober 27, 2010

Hujan abu akibat letusan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Selasa malam, mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jateng.

Dari pantauan ANTARA di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, hujan abu tersebut mulai terlihat tebal sekitar pukul 22.00 WIB setelah wilayah ini diguyur hujan dengan intensitas ringan sejak sore hari.

Dengan demikian, abu dari Gunung Merapi ini tampak melekat di dedaunan, jalanan, maupun tembok pagar rumah penduduk.

Seorang pedagang mi ayam yang mangkal di depan Sekolah Dasar Negeri 1 Kalikudi, Kasdi (36) mengatakan, sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tampak berhati-hati saat mengendarai kendaraannya.

“Tadi sekitar pukul 22.00 WIB, abunya terlihat sangat tebal sehingga menyulitkan pengendara sepeda motor karena mereka khawatir mata dan hidungnya kemasukan abu,” katanya.

Selain itu, kata dia, jok sepeda motor salah seorang pembeli mi ayam juga tertutup abu.

Sementara itu seorang warga Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, Wagino (39) mengaku terkejut ketika mengetahui adanya hujan abu.

“Saat keluar rumah, saya melihat dedaunan berwarna putih. Setelah saya dekati ternyata banyak terdapat abu,” katanya.

Ia menduga hujan abu tersebut berasal dari Gunung Merapi yang berada sekitar 150 kilometer sebelah timur Cilacap.

“Tak mungkin hujan abu ini dari Gunung Slamet yang berada di utara Banyumas karena gunung tersebut terlihat aman-aman saja. Ini pasti dari Gunung Merapi,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan seorang warga Kelurahan Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Yoes Sachri (50) melalui pesan singkat yang diterima ANTARA.

“Abu Merapi sampai Kota Cilacap, cukup tebal di lantai,” kata dia dalam pesan singkatnya.

(ANTARA News)

Iklan

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. H2H Token listrik said, on Agustus 24, 2015 at 10:25 pm

    ngrinya letusan gunung berapi ni..
    makasih banyak gan atas informasinya..sangat menarik dan bermanfaat sekali infonya gan..

  2. emy said, on Mei 28, 2011 at 8:31 pm

    mudah2an ga terjadi apa2 disana. aminnnnn

  3. Tri Wahyudi said, on Oktober 30, 2010 at 9:51 am

    esih syukur mung abune, udu wedus gembele ato watune, nek gunung slamet adem adem bae khan untung dijenengi “slamet”

  4. Nawolo said, on Oktober 29, 2010 at 10:23 am

    Yo wis lah, sing penting ora mbahayani warga, ya etung2 nggo nglemoni tanduran, jarene debu vukanik merekna lemah dadi subur..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: